Minggu, 17 Juni 2012

PERKEMBANGAN AFEKSI


PERKEMBANGAN AFEKSI
(Abdul Hakim)

PENDAHULUAN
Emosi adalah perasaan yang terlalu kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik. Pada dasanya pola emosi pada emaja sama dengan pola emosi masa anak-anak. Pebedaannya terletak pada ranagsangan yang membangkitkan emosi dan derajatnya serta pengendalian remaja terhadap ungkapan emosi mereka.
Kehidupan remaja pada umumnya penuh dorongan dan minat untuk mencapai atau memiliki sesuatu. Dorongan emosi terkadang mempengaruhi pemikiran dan tingkah laku remaja meskipun pemikiran dan tingkah laku itu lebih banyak dipengaruhi oleh penalaan dan pertimbangan-pertimbangan obyektif. Oleh karena itu untuk memahami remaja diperlukan pengetahuan tentang apa yang dilakukan dan dipikirkan oleh remaja.
Disamping itu, hal yang penting untuk diketahui adalah apa yang diasakan oleh remaja tersebut. Semakin ingin banyak ingi memahami dunia remaja, semakin perlu mengerti kehidupan emosional dan perasaan-perasaan mereka, baik perasaan tentang remaja itu sendiri maupun perasaan tentang lingkungsn sekitarnya. Gejala-gejala emosional seperti marah, takut, bangga dan rasa malu, cinta dan benci, harapan-harapan dan rasa putus asa perlu dicermati dan dipahami dengan baik.
  
A.     Perkembangan Emosi
kehidupan seseorang pada umumnya penuh dorongan dan minat untuk mencapai atau memiliki sesuatu. Seperti telah diuraikan di depan, bahwa perilaku seseorang dan munculnya berbagai kebutuhan disebabkan oleh berbagai dorongan dan minat. Seberapa banyak dorongan-dorongan dan minat-minat seseorang itu terpenuhi merupakan dasar dari pegalaman emosional.
Seseorang individu dalam merespon sesuatu lebih banyak diarahkan oleh penalaran dan pertimbangan-pertimbangan obyektif. Akan tetapi pada saat-saat tertentu di jalan kehidupannya,dorongan emosional banyak campur tangan dan mempengaruhi pemikiran-pemikiran dan tingkah lakunya. Gejala-gajala emosional sepeti marah, takut, bangga, dan rasa malu, cinta dan benci, harapan-haapan dan putus asa, perlu dicermati dan dipahami dengan baik. Selanjutnya marilah kita tinjau secara lebih rinci pengertian emosional.

1.      Pengertian Emosi
Perbuatan atau perilaku kita sehari-hari pada umumnya disertai oleh perasaan-perasaan tertentu, seperti perasaan senang atau tidak senang. Perasaan senang atau tidak senang yang terlalu menyertai perbuatan-perbuatan kita sehari-hari disebut warna efektif. Dalam hal warna efektif tersebut kuat, maka perasaan-perasaan seperti ini disebut emosi (Sarlito, 1982:59).
Emosi dan perasaan adalah dua hal yang berbeda. Tetapi perbedaan antara keduanya tidak dapat dinyatakan dengan tegas. Emosi dan perasaan merupakan suatu gejala emosional yang secara kualitatif berkelanjutan, akan tetapi tidak jelas batasnya. Emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak. Emosi juga dapat diatikan sebagai warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik.

2.      Karakteristik Perkembangan Emosi
Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode ‘’Badai dan tekanan Stress’’, suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat perubahan fisik dan kelenjar. Pola emosi remaja adalah sama dengan pola emosi masa kanak-kanak. Perbedaannya terletak pada macam dan derajat rangsangan yang membangkitkan emosinya, dan khusunya pola oengendalian yang dilakukan individu terhadap ungkapan emosi mereka. Berikut ini adalah kondisi emosional remaja:
a.       Cinta dan kasih sayang
Factor penting dalam kehidupan remaja adalah kapasitasnya untuk mencintai orang lain dan kebtuhannya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Kemampuan untuk menerima cinta sama pentingnya dengan kemampuan untuk memberinya. Tampaknya tidak ada manusia termasuk remaja yang dapat hidup bahagia dan sehat tanpa mendapatkan cinta dari orang lain. Kebutuhan untuk membei dan menerima cinta menjadi sangat penting, walaupun kebutuhan-kebutuhan akan perasaan itu disembunyikan secara rapi.
b.      Gembira
Rasa gembira akan dialami apabila segala sesuatunya berjalan dengan baik dan para remaja akan mengalami kegenbiraan jika ia diterima sebagai seorang sahabat atau ia jatuh cinta dan cintanya itu mendapat sambutan oleh yang dicintainya.
c.       Kemarahan dan Pemusuhan
Rasa marah merupakan gejala yang penting diantara emosi-emosi yang memainkan peranan yang menonjol dalam perkembangan kepribadian. Dalam upaya memahami remaja, ada 4 faktor yang sangat penting sehubungan dengan rasa marah:
1.        Adanya kenyataan bahwa perasaan marah berhubungan dengan usaha manusia untuk memiliki dirinya sendiri dan menjadi dirinya sendiri.
2.        Pertimbangan penting lainnya adalah ketika individu mencapai masa remaja, dia tidak hanya merupakan subyek kemarahan yang berkembang dan berkembang menjadi surut, tetapi juga mempunyai sikap dimana ada sisa kemarahan dalam bentuk permusuhan yang meliputi sisa kemarahan masa lalu.
3.        Seringkali perasaan marah sengaja disembunyikan dan seringkali tampak dalam  bentuk yang samar-samar. Bahkan seni dari cinta mungkin dipakai sebagai alatkemarahan.
4.        Kemarahan mungkin bebalik pada dirinya sendiri. Dalam beberapa hal, aspek ini merupakan aspek yeng sangat penting dan juga paling sulit dipahami.
d.      Ketakutan dan Kecemasan
Menjelang anak usia remaja, dia telah mengalami serangkaian perkembangan panjang yang mempengaruhi pasang surut yang berkenaan dengan rasa ketakutannya. Semua remaja sedikit banyak takut terhadap waktu. Beberapa diantara mereka merasa takut hanya pada kejadian-kejadian bila mereka dalam bahaya.
            Diehler (1972) membagi cirri-ciri emosional remaja menjadi dua rentang usia, yaitu usia 12-15 tahun dan 15-18 tahun.
Ciri-ciri emosional remaja berusia 12-15 tahun:
a)      Pada usia ini seornag anak cenderung banyak murung dan tidak dapat diterka. Sebagian kemurungan sebagai akibat dari perubahan-perubahan biologis dalam hubungannya dengan kematangan seksual dan sebagian karena kebingungannya dalam menghadapi apakah ia masih anak-anak atau sebagai orang dewasa.
b)      Siswa mungkin bertingkah laku kasar untuk menutupi rasa kekurangan dalam hal percaya diri.
c)      Ledakan-ledakan kemarahan mungkin bisa terjadi. Hal in sering kali terjadi sebagai akibat dari kombinasi ketegangan psikologis, ketidakstabilan biologis, dan kelelahan karena bekerja terlalu keras atau pola makan yang tidak tepat atau tidur yang tidak cukup.
d)      Seseorang remaja cenderung tidak toleran terhadap orang lain dann membenarkan pendapatnya sendiri yang disebabkan kaena kurangnya rasa percaya diri. Mereka mempunyai pendapat bahwa ada jawaban-jawaban absolute dan bahwa mereka mengatahuinya.
e)      Siswa-siswa di SMP mulai mengamati orang tua dan guru-guru mereka secara lebih obyektif dan mungkin menjadi marah apabila mereka ditipu dengan gaya guru yang bersifat serba tahu.
Ciri-ciri emosional remaja berusia 15-18 tahun:
a)      ‘’pemberontakan’’ remaja merupakan pernyataan-pernyataan / ekspresi dari perubahan yang universal dari masa kanak-kanak ke dewasa.
b)      Karena bertambahnya kebebasan mereka, banyak remaja yang mengalami konflik dengan orang tua mereka. Mereka mungkin mengharapkan simpati dan nasehat orang atu dan guru.
c)      Siswa pada usia dini seringkali melamun, memikirkan masa depan mereka. Banyak diantara mereka terlalu tinggi menafsir kemampuan mereka sendiri dan merasa berpeluang besar untuk memasuki pekerjaan dan memegang jabatan tertentu.

3.        Pengendalian Emosi
Ciri lain yang penting pada emosi remaja ialah adanya pengendalian emosi yaitu dengan meninggalkan pelampiasan emosi yang meledak-ledak dengan gerakan tubuh yang ekspresif. Wujud pengendalian emosi remaja berupa menggertak, tidak mau bicara, atau berkata yang keras yang bersifat mengkritik kepada orang yang menyebabkan kemarahannya. Dapat pula remaja memendam rasa iri hati terhadap orang lain karena tidak memiliki harta tertentu.

4.        Kematangan Emosi
Perkembangan berikutnya dari kemampuan remaja dalam mengendalikan emosinya ialah tercapainya kematangan emosi remaja. Ada beberapa ciri kematangan emosi remaja yaitu:
a)      Remaja mampu menahan diri untuk tidak “meledak-ledak” emosinya di hadapan orang lain, sampai ia mengetahui cara yang aman dan tepat untuk mengungkapkan emosinya.
b)      Remaja mampu menganalisis situasi dengan kritis terhadap peristiwa atau perlakuan tidak enak yang dia alami sebelum dia mereaksi secara emosional.
c)      Remaja mampu menunjukan suasana hati yang stabil dari waktu ke waktu. Dia tidak mudah dikecohkan oleh situasi sekalipun situasi tersebut cenderung memojokkannya.
Daftar Rujukan
Pali, Marthen, dkk. 2004. Perkembangan Peserta Didik. Malang: Universitas Negeri Malang.
Ali, Mohammad dan Asrori, Mohammad. 2008. PSIKOLOGI REMAJA: perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini

POSTINGAN TERBARU

FILSAFAT SAINS ISLAM (Studi Pemikiran Naquib AL-Attas)

FILSAFAT SAINS ISLAM Studi Pemikiran Naquib AL-Attas   Abstrak : Dewasa ini sains dikuasai oleh orang-orang barat. Hal ini tidak bisa d...