Rabu, 25 Januari 2012

SINOPSIS KHALIL AL KAFIR

Sebuah sinopsis

Khalil Al-Kafir

Cerita ini mengisahkan tentang kisah seorang pemuda yang berjuang mencari kebenaran, yang selama ini ia hanyalah dijadikan sebagai budak di rumah peribadatan. Suatu malam ditengah prahara dan rintik salju yang mencekam, ia berjalan dengan langkah yang lemah yang tak tahu kemena kaki ini akan membawanya. Hingga ia sampai di sebuah desa yang dimana desa itu dikuasai oleh seseorang yang bernama syekh Abbas.

Syekh Abbas adalah orang kaya raya dan disegani oleh masyarakat setempat. Orang orang di desa tersebut hidup di bawah kekuasaan dan aturan yang dibuatnya. Dimusim dingin semua penduduk desa berusaha untuk tetap bertahan hidup walaupun harus membanting tulang ataupun meminta belas kasih seykh Abbas untuk mendapatkan sepotong roti.

Ketika sang pemuda sudah tidak bisa lagi berjalan karena kejamnya malam, iapun berusaha meminta pertolongan dengan suara yang lirih. Ketika itu pula disebuah rumah yang terletak tidak jauh darinya terdapat seorang janda yang bernama Rahil dan anaknya yang bernama Maryam yang berumur 18 tahun. Disaat itulah mereka mendengar suara orang minta tolong dengan suara yang lirih. Kemudian sang ibu dan anak keluar mencari sumber suara yang mereka dengar. Kemudian Rahil dan Maryam menemukan seorang pemuda yang tergeletak di tengah salju, kemudian mereka membawa pemuda tersebut kedalam rumahnya dan memberinya makan dan minium. Setelah sang pemuda sudah agak pulih Maryam dan ibunya menanyakan kepada pemuda itu atas prihal yang terjadi padanya sehingga ia berada di tengah malam yang dingin lagi tak bersahabat. Sang pemuda yang bernama Khalil itu menceritakan apa yang terjadi pada dirinya yaitu kehidupannya di rumah peribadatan yang tidak sesuai denga nalurinya.

setelah dua minggu ia tinggal dengan keluarga itu, iapun berkeinginan untuk meninggalkannya. Akan tetapi Sang ibu dan anak tak merelakan kepaergiannya seraya berkata “ roti yang dapat menyenangkan 2 orang masih cukup untuk dua orang dan api ditungku itu masih tetap menyala sebelum maupun setelah kedatanganmu. Seiring dengan berjalannya waktu ada prasaan yang muncul diantara Khalil dan Maryam yaitu perasaan kasih sayang yang timbul dari hati mereka. Maka terjalinlah cinta diantara mereka.

Pada suatu ketika seorang dukun yang bernama Khuri Ilyas memberitahu Syekh Abbas Bahwa ada seorang pendeta yang diusir dari rumah peribadatan. kemudian syekh Abbas memerintahkan bawahannya untuk memanggil Khalil.

Kemudian Khalil dibawa untuk menghadap syekh Abbas untuk menanyakan masalah hal yang diadukan oleh sang dukun. Setelah ia sampai ditempat syekh Abbas terjadilah dialog diantara mereka. Setelah itu Khalil mengatakan sesuatu yang membuka hati masyarakat yaitu menyeru mereka untuk hidup bebas tanpa ada tekanan ataupun penindasan. Setelah itu syekh abas sangat geram mendengar perkataan Khalil dan ingin membunuhnya, akan tapi masyarakat yang disana membela kahlil.

Saking marahnya syekh Abbas pun mengatakan kata-kata yang mencelakai dirinya yaitu ia mengaku bahwa dialah yang telah membunuh suami dari Rahil dan ia pun akan membunuh Khalil, akan tetapi masyarakat yang ada disana tetap membela Khalil.

Setelah kejadian itu Khalil terus mencurahkan rahasia hatinya ke orang orang desa dan semua masyarakat sadar akan kejamnya sistem yang ada di gereja yang selalu menindas masyarakat kecil, yang mereka hanya menggunakan identitas mereka sebagai tempat bersembunyi dari keburukan yang mereka lakukan. masyarakatpun kembali ke tempat mereka dan hidup layaknya orang yang sudah mendapatkan pencerahan. Begitupula dengan Khalil iapun menikah dengan Maryam dan hidup dalam kebahagiaan. Syekh Abbas pun tersiksa oleh jiwanya sendiri dan ia pun meninggal setelah tak mampu bertarung melawan dirinya sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini

POSTINGAN TERBARU

FILSAFAT SAINS ISLAM (Studi Pemikiran Naquib AL-Attas)

FILSAFAT SAINS ISLAM Studi Pemikiran Naquib AL-Attas   Abstrak : Dewasa ini sains dikuasai oleh orang-orang barat. Hal ini tidak bisa d...