Kamis, 16 Juni 2011

Pembelajaran Kooperatif

PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION (GI)

Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran merupakan kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati dan Mudjiono dalam Sagala, 2009). Pembelajaran Kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja menciptakan intraksi yang silih asuh, silih asih dan silih asah antar sesama siswa sebagai latihan hidup dalam bermasyarakat (Abdurrahman dan Bintoro dalam sugara, 2010). Oleh karena itu pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada kelompok siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda untuk mencapai tujun pembelajaran yang diinginkan.

Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang mengedepankan pembelajaran secara berkelompok. Menurut Nuryani dalam novitasari (2010) dalam pembelajaran kooperatif, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dengan jumlah siswa perkelompok kurang lebih 4-5 orang. Setiap kelompok memiliki anggota yang heterogen, baik dari jenis kelamin, ras, etnik maupun dari segi kemampuan (tinggi, sedang dan rendah) (Nurhadi, 2003).

Menurut Ibrahim (2000) ciri-ciri pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

a. Siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif, untuk menuntaskan materi belajarnya.

b. Kelompok dibentuk dari siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Dan bila dimungkinkan dari ras, budaya, agama, etnis dan jenis kelamin yang berbeda.

c. Pembelajaran lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.

Dari ciri di atas bisa disimpulkan bahwa Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang dilaksanakan dengan membentuk kelompok kecil yang dimana setiap kelompok memiliki anggota yang heterogen.

Sebuah model pempembelajaran mestilah ada kekurangan dan kelebihan. Di antara kelebihan pembelajaran kooperatif menurut Sagala (2009) adalah: a). Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama menurut paham demokrasi, b). Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan sikap musyawarah dan bertanggung jawab, c). Dengan adanya kelompok akan menimbulkan komunikatif yang sehat. Selain itu pembelajaran koopeeratif juga memiliki kekurangan diantaranya: a) memperkuat terjadinya salah konsep, jika pemahaman sisawa terhadap suatu konsep salah maka itu akan diikuti oleh teman-teman yang lain, b) Ketua kelompok merasa terbebani karena harus menerangkan kepada temannya yang kurang pandai (Wayan dalam sugara, 2010).

Ada beberapa model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan oleh guru yaitu: Student Teams Achievement Division (STAD), Jigsaw, Group Investigation (GI), Student Team Learning (STL), dan Metode Struktur Berpasangan (salvin, 2010).

Group Investigation (GI)

Group Investigation (GI) merupakan salah satu model pembelajarn kooperatif. Pembelajaran kooperatif model GI merupakan metode pembelajaran yang kompleks, karena memadukan antara prinsip belajar kooperatif dengan pembelajaran kontruktivisme.

Metode GI merupakan metode yang melibatkan siswa sejak perencanaan baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut siswa untuk memiliki keterampilan yang baik dalam komunikasi dan kerja kelompok. Dalam pembelajara Koopertif model GI guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 5-6 orang yang heterogen (Ibrahim dkk, 2009).

Salvin (2010) mengungkapkan tahapan-tahapan dalam pembelajaran kooperatif model GI adalah sebagai berikut:

a. Tahap pengelompokan

Tahap ini digunakan untuk mengidentifikasi topik yang akan diinvestigasi, serta membentuk kelompok investigasi yang beranggotakan 4 sampai lima orang.

b. Tahap perencanaan

Pada tahap ini siswa bersama-sama kelompoknya merencanakan tentang apa yang akan mereka pelajari, bagaimana mereka belajar, mengapa mereka menyelidiki topok tersebut.

c. Tahap Investigasi

Pada tahap ini setiap kelompok akan menginvestigasi topik pelajaran yang telah mereka pilih. Disinilah kerja kelompok harus diperhatikan.

d. Tahap pengrganisasian

Tahap ini adalah tahap persiapan laporan akhir. Setiap kelompok menentukan apa yang akan mereka laporkan dan presentasikan dari topik yang telah dipilih.

e. Tahap Presentasi

Tahap ini adalah tahap penyajian laporan. Setiap masing masing perwakilan kelompok mempresentasikan hasil dari investigasi topik yang telah dibahas. Siswa yang lain bertanya atau menyampaikan saran terhadap topik tersebut.

f. Tahap Evaluasi

Tahap ini adalah tahap penilaian guru terhadap hasil investigasi siswa terhadap topik yang dibahas. Dan guru memberikan tes pada kahir kegiatan pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini

POSTINGAN TERBARU

FILSAFAT SAINS ISLAM (Studi Pemikiran Naquib AL-Attas)

FILSAFAT SAINS ISLAM Studi Pemikiran Naquib AL-Attas   Abstrak : Dewasa ini sains dikuasai oleh orang-orang barat. Hal ini tidak bisa d...