Senin, 04 Januari 2010

Pemodelan 3D Menggunakan Rhineceros 3.0

Solusi Praktis Pemodelan 3D Menggunakan Rhineceros 3.0

Pemodelan digital adalah cara paling langsung, lengkap, efisien,

dan efektif bagi para desainer, arsitek, maupun engineer dalam

menampilkan objek fisik tanpa membuat objek yang sebenarnya.

Selain itu, dengan pemodelan digital akan memungkinkan dilakukan

digital pre assembly. Dengan cara ini tidak diperlukan lagi

membuat model fisik (full size mock up) untuk memeriksa kebutuhan

ruang atau untuk memeriksa kesesuaian antarkomponen.

Rhinoceros 3.0 merupakan software pemodelan 3D digital yang

dikembangkan oleh perusahaan-perusahan software dunia dengan

lebih memperhatikan kebutuhan desainer sebagai pengguna dalam

aktivitasnya merencanakan dan mengembangkan suatu produk

sehingga produk yang dihasilkan dapat terintegrasi secara maksimal

yang meliputi kajian desain maupun engineering. Di dalamnya

memuat program dengan cara kerja yang cenderung mengutamakan

faktor estetika dan melibatkan aspek desain sehingga

software ini banyak digunakan oleh para profesional desainer

dalam dunia industri karena kemampuannya untuk melakukan

presentasi keputusan sebuah model desain yang sangat realistis

dengan efisiensi dan efektivitas kerja yang dapat diandalkan.

Dalam buku ini akan Anda temui tata cara pembuatan model yang

memiliki keselarasan nilai estetis yang terintegrasi menjadi hasil

akhir objek 3D yang indah dan realistis.

2

Pada awal bab buku ini akan dijelaskan secara singkat Rhinoceros

dan penjelasan fitur-fitur standar serta operasional dasar yang

akan sering digunakan dalam bahasan berikutnya di buku ini.

1.1 Pemodelan 3D Rhinoceros

1.1.1 Sekilas Rhino

Rhinoceros atau biasa disingkat Rhino adalah sebuah program

pemodelan 3D berbasis NURBS (Non Uniform Rational B-Spline).

Spline atau yang lebih kita kenal dengan kurva adalah garis yang

memiliki banyak radius lingkaran (multi radius) sehingga mampu

mendefinisikan bentuk-bentuk kurva yang halus dan mulus seperti

bentuk geometri yang organis pada bodi pesawat terbang.

Metode NURBS pada Rhinoceros merupakan pengembangan dari

metode spline konvensional yang secara umum dapat menggambarkan

secara matematis bentuk-bentuk model bebas (free form)

dan bentuk-bentuk standar (primitive object). Metode ini penting

sekali untuk mewujudkan model-model organis karena kualitas

permukaan sangat ditentukan oleh mulus atau tidaknya suatu

permukaan (smooth surface).

Rhinoceros version 3.0 merupakan penyempurnaan dari versi

sebelumnya dengan berbagai fasilitas baru serta kemudahan

operasional perintah kerja yang mampu menerjemahkan gagasan

desain ke dalam bentuk simulasi pemodelan 3D yang mendekati

realitas.

Rhinoceros 3.0 memiliki paket software pelengkap yang dapat

digunakan untuk mendukung kesempurnaan dan kualitas model

yang dikerjakan, yaitu:

a. Software Flamingo, yang digunakan untuk keperluan rendering

dengan kualitas yang sangat bagus.

b. Software Bongo, digunakan untuk keperluan pemodelan animasi

bergerak.

3

1.1.2 Aplikasi Rhinoceros dalam Dunia Industri

Seiring semakin terbukanya kesadaran masyarakat dunia terhadap

pentingnya peranan desain, dengan jeli ditangkap oleh kalangan

industri sebagai peluang untuk menampilkan produk yang memiliki

muatan inovasi desain sebagai kekuatan baru dan strategis

bagi perusahaan dalam meraih pasar.

Rhino sebagai program pemodelan 3D dalam dunia industri sangat

berguna untuk memecahkan masalah pada proses-proses tradisional

yang dirasakan cukup sulit, seperti pertimbangan perakitan,

ergonomi, estetika, dan manufaktur. Lebih jauh dari itu, program

ini mampu mentransformasikan gagasan dan ide seorang desainer

yang seringkali muncul dan harus dituangkan secara spontan.

Metode konsep modeling telah membuka peluang desainer dan

arsitek untuk lebih aktif dalam bereksperimen sekaligus sebagai

alat kontrol terhadap efek visual seperti pencahayaan sehingga

mampu atau tidak untuk diterjemahkan oleh komputer secara

sempurna.

Gambar 1.1 Aplikasi Pemodelan Rhinoceros pada Produk Desain

1.1.3 Menjalankan Rhinoceros

Untuk menjalankan program Rhinoceros 3.0, direkomendasikan

kebutuhan sistem:

4

- Pentium IV ke atas

- Windows 2000/XP

- RAM 256 ke atas

- Hard disk 20 GB ke atas

- VGA CARD 64 MB ke atas

Seringkali program Rhinoceros 3.0 tidak dapat diaplikasikan pada

saat proses instalasi karena spesifikasi sistem yang digunakan

masih di bawah standar yang direkomendasikan.

Seandainya mampu hingga running program pun, biasanya akan

mengalami proses yang lambat dan mengakibatkan sering terjadi

“hang” pada komputer.

1.2 Memulai Rhinoceros

Untuk memulai program ini, lakukanlah instalasi program

Rhinoceros, yang meliputi:

- Software 3D Modeling Rhinoceros

- Software Flamingo Raytrace & Photorealistic Rendering

Setelah kedua program terinstalasi pada komputer, Anda bisa

dengan segera mengoperasikannya. Salah satu cara untuk menjalankan

program Rhino adalah:

Klik dua kali tombol shortcut pada jendela dekstop.

Gambar 1.2 Menjalankan Program Rhino

5

1.3 Layar Rhino

Tampilan layar Rhino terbagi menjadi beberapa area yang akan

memberikan informasi bagi Anda sebagai data input.

Selalu perhatikan informasi yang muncul di area command line

(command history dan command prompt) untuk mengetahui apa

yang sedang terjadi pada proses pemodelan yang dikerjakan.

Gambar 1.3 Layar Rhino

1.3.1 Menu Rhino

Sebagian besar perintah kerja yang disediakan oleh Rhino bisa

Anda temukan dengan mudah pada Menu Bar.

6

Gambar 1.4 Menu rhino

1.3.2 Toolbars

Rhino toolbars memuat tombol-tombol perintah kerja yang bisa

Anda tempatkan di manapun pada layar (screen), atau dapat juga

ditempatkan pada tepian jendela graphics area.

Tampilan default rhino akan menempatkan standard toolbar

berada di atas graphics area, sedangkan main 1 dan main 2

toolbars menempati posisi di sebelah kiri graphics area.

1.3.3 Tooltips

Tooltips akan menjelaskan fungsi dari sebuah tombol. Arahkan

kursor di atas sebuah tombol tanpa mengkliknya, sebuah kotak

kecil berwarna kuning yang dilengkapi nama dari fungsi tombol

tersebut akan muncul. Dalam prakteknya, kebanyakan tombol

perintah kerja dapat melaksanakan dua perintah kerja. Tooltips

akan membantu Anda menunjukan tombol mouse sebelah mana

yang harus diklik, karena kedua tombol kanan maupun kiri pada

mouse memiliki fungsinya tersendiri.

Gambar 1.5 Tooltips

7

1.3.4 Flyouts

Sebuah tombol perintah kerja mungkin saja memuat tombol

perintah kerja lainnya di dalam sebuah flyout toolbar. Biasanya

flyout toolbar memiliki isi yang bervariasi tergantung pada jenis

dan fungsi base command-nya.

Tombol yang dilengkapi dengan flyout biasanya ditandai dengan

segitiga kecil berwarna putih di sudut kanan bawah. Untuk

membuka flyout toolbar, klik kiri atau kanan mouse dan tahan

untuk beberapa saat, atau kita juga bisa menekan kedua tombol

mouse secara bersamaan.

Gambar 1.6 Flyout

1.3.5 Graphics Area

Graphics area merupakan jendela pada Rhino yang terdiri atas

beberapa tampilan jendela viewport. Selain itu Anda juga dapat

melakukan layout ulang jendela viewport sedemikian rupa hingga

sesuai dengan kenyamanan saat menggunakannya.

1.3.6 Viewport

Viewport adalah jendela di layar yang menampilkan model yang

sedang Anda kerjakan. Untuk memindahkan dan mengubah

ukuran viewport, klik dan gerakkan viewport title, viewport border,

atau center of viewport. Anda pun dapat membuat tampilan

viewport baru, mengganti nama viewport, dan menggunakan

konfigurasi viewport yang sesuai dengan keinginan.

8

Untuk mengaktifkan tampilan viewport dari tampilan default menjadi

tampilan penuh mengisi seluruh graphic area, klik dua kali

pada viewport title.

Anda juga dapat mengatur ulang layar Rhino. Command Area di

bagian bawah, dan toolbar ditempatkan pada lokasi yang berbeda.

Gambar 1.7 Layar Rhino yang Diatur Ulang Tata Letaknya

1.3.7 Command Area

Command area akan menampilkan perintah kerja yang sedang

bekerja dan difungsikan pula untuk meng-entry perintah kerja

yang akan Anda gunakan, yaitu dengan cara mengetiknya.

Command area dapat ditempatkan di bagian atas maupun di

bagian bawah layar, atau bisa juga bebas berdiri sendiri di dalam

layar tanpa harus menempel pada pinggiran layar. Jendela

command area secara default terbagi menjadi tiga lajur. Tekan F2

untuk membuka sebuah jendela yang akan menampilkan command

history.

9

1.4 Bekerja dengan Rhino

Untuk memulai bekerja dengan Rhino, tentunya Anda harus

terlebih dahulu memahami hal-hal paling mendasar yang akan

menuntun Anda sebelum pada akhirnya nanti benar-benar siap

melakukan pemodelan sebuah objek tertentu. Berikut ini akan

dijelaskan beberapa materi dasar ketika Anda akan bekerja

dengan Rhino.

1.4.1 Perangkat Mouse

Pada area viewport, tombol mouse sebelah kiri memiliki fungsi

untuk memilih objek dan memilih lokasi viewport. Tombol mouse

sebelah kanan memiliki beberapa fungsi termasuk di dalamnya

fungsi Panning & Zooming, dan juga memiliki fungsi yang sama

dengan menekan tombol Enter pada keyboard.

Gunakan tombol mouse sebelah kiri untuk memilih objek,

command, atau options pada menu, dan tombol-tombol yang ada

pada area toolbar.

Gunakan tombol mouse sebelah kanan untuk mengakhiri sebuah

perintah kerja (command).

Tekan dan tahan tombol mouse sebelah kanan kemudian

gerakkan mouse untuk mengaktifkan fungsi Pan (top, right, front

viewport) & Rotate (perspective viewport).

Gunakan scroll putar pada mouse atau tekan tombol CTRL+tekan

dan tahan tombol mouse kanan, kemudian gerakkan mouse untuk

mengaktifkan fungsi zoom in dan zoom out pada salah satu viewport

yang sedang aktif.

Anda harus tetap menekan dan tahan tombol mouse sebelah

kanan untuk tetap bisa-mengaktifkan-fungsi pan dan zoom.

10

1.4.2 Mengakses Perintah Kerja

Anda dapat meng-entry dan menjalankan perintah kerja (commands),

yaitu dengan mengetiknya secara langsung sebuah teks

perintah kerja pada area command line.

Perintah tersebut bisa berupa titik koordinat, jarak, dan ukuran,

sudut, atau radius, maupun perintah kerja berupa shortcut.

Untuk mengeksekusi sebuah perintah kerja yang sudah Anda

ketik, tekan tombol Enter atau spacebar pada keyboard. Selain itu

cara lain yang bisa Anda gunakan adalah dengan menekan tombol

mouse sebelah kanan untuk melakukan eksekusi perintah kerja.

Sebagai catatan tombol Enter, spacebar pada keyboard, serta

tombol mouse sebelah kanan dapat bekerja dan memiliki fungsi

yang sama dalam-melakukan-eksekusi-perintah-kerja.

1.4.3 Clickable Option

Untuk menggunakan command option, klik option yang berada di

dalam command line, yaitu tulisan dengan huruf awalnya yang

bergaris bawah pada option tersebut. Selanjutnya ikuti panduan

berikutnya yang akan muncul pada layar.

Gambar 1.8 Perintah Kerja Menggunakan Clickable Option

1.4.4 Mengulang Perintah Kerja

Untuk mengulang perintah kerja yang terakhir digunakan, klik

tombol mouse sebelah kanan, atau tekan Enter atau spacebar

pada keyboard.

11

1.4.5 Membatalkan Perintah Kerja

Anda dapat membatalkan perintah kerja yang sedang dijalankan,

yaitu dengan hanya menekan tombol ESC pada keyboard.

Latihan 1 – Rhino Dasar

1. Pilih menu File > Open atau tekan tombol pada toolbar.

2. Pada kotak dialog Open, buka file latihan yang ada di dalam

CD pelengkap, yaitu file Rhino Dasar.3dm.

Terdapat model yang terdiri atas 5 objek, yaitu Cube, Cone,

Cylinder, Sphere, dan Rectangular Plane. Anda dapat melihat

bahwa selain ada objek utama (cube, cone, cylinder, dan

sphere) masih ada objek lainnya, yaitu Rectangular Plane yang

merupakan objek pelengkap yang difungsikan sebagai bidang

landasan atau lantai. Dalam prakteknya nanti, Anda juga akan

memerlukan berbagai objek pelengkap lainnya yang bisa disesuaikan

berdasarkan kebutuhan.

Gambar 1.9 Tampilan Layar Rhino dengan Tiga Viewport

12

3. Pilih menu View > Viewport Layout > 4 Viewports, atau tekan

tombol pada toolbar.

Gambar 1.10 Tampilan Layar Rhino dengan Empat Viewport

4. Pada Status Bar, klik Snap untuk mengaktifkan grid snap.

Grid snap bisa saja sudah berada pada posisi aktif. Jika snap

pada status on, maka tulisan “Snap” akan berwarna hitam

pada status bar. Akan tetapi, jika snap pada status tidak aktif,

maka tulisan “Snap” akan berwarna abu-abu.

Tips:

Pastikan Snap selalu pada posisi on karena akan membantu

Anda mengarahkan kursor dengan perpindahan berdasarkan

jarak dan interval yang akurat. Selain itu fungsi snap akan

benar-benar bekerja jika Anda melakukan pekerjaan pemodelan

sebuah objek hanya di area gridline.

5. Klik mouse pada perspective viewport untuk mengaktifkan

jendela tersebut.

13

Title pada viewport akan berubah warna yang menandakan

jendela viewport tersebut aktif. Sebuah jendela viewport yang

aktif adalah viewport di mana semua perintah kerja dan pekerjaan

pemodelan dilakukan pada jendela viewport tersebut.

6. Klik kanan mouse pada title perspective viewport, akan

muncul menu viewport lalu pilih dan klik Shaded Display.

Gambar 1.11 Mengklik Shaded Display pada Menu Viewport

Gambar 1.12 Shaded Display

14

Shaded display akan memperlihatkan kepada Anda tampilan

kulit luar (shape) dari objek-objek yang ada dalam area kerja

jendela viewport ini. Anda juga dapat mengatur viewport

lainnya dengan mode shaded display.

7. Pilih menu Render > Render, atau tekan tombol pada

toolbar.

Model yang diproses rendering akan tampil terpisah pada

jendela render secara tersendiri. Tampilan model render akan

memperlihatkan warna yang sudah ditentukan sebelumnya.

Anda juga dapat mengatur pencahayaan dan warna background.

Proses rendering selengkapnya akan dibahas di akhir

bab buku ini.

Anda tidak dapat mengubah tampilan hasil render, akan tetapi

Anda dapat menyimpannya ke dalam bentuk sebuah file

(JPEG, BMP, TIF, dan lain-lain).

Gambar 1.13 Jendela Render

8. Tutup jendela render.

9. Pada perspective viewport, klik kanan dan tahan kemudian

gerakkan mouse untuk aplikasi rotate view.

10. Klik kanan mouse pada title perspective viewport, kemudian

klik Ghosted Display.

15

Gambar 1.14 Ghosted Display

Selain mode tampilan yang dijelaskan di atas, masih ada beberapa

mode lainnya seperti mode X-Ray, wireframe display, dan lainnya

untuk digunakan sesuai kebutuhan.

Jika Anda mengalami kesulitan atau tersesat dan tidak bisa

menemukan objek Anda dalam layar perspective viewport, maka

pilih menu View > Viewport Layout > 4 viewports. Langkah ini

akan mengembalikan Anda pada default viewport settings.

1.5 Navigasi Model

Klik kanan dan tahan kemudian gerakkan mouse untuk fungsi

rotate pada perspective viewport. Tekan dan tahan Shift+klik

kanan mouse dan tahan, lalu gerakkan mouse untuk menjalankan

fungsi Pan.

Mengklik kanan mouse, menggesernya kemudian memainkan

tampilan model yang sedang Anda kerjakan tidak akan berpengaruh

pada perintah kerja utama yang sedang kita gunakan

karena pada prinsipnya perintah ini bukan perintah kerja yang

secara langsung berhubungan dengan perangkat perintah kerja

pada objek yang sedang Anda kerjakan.

1.5.1 Panning

Pada saat tertentu Anda ingin melakukan tampilan model pada

posisi yang sesuai, untuk itu Anda dapat menggeser model yang

sedang dikerjakan ke segala arah secara vertikal maupun hori16

zontal sesuai kebutuhan dengan mudah dan cepat. Proses ini dinamakan

Panning.

Latihan 2 – Panning

1. Pada top viewport, tekan dan tahan Shift+klik kanan mouse+

gerakkan mouse untuk aplikasi tampilan fungsi Pan.

2. Ulangi proses Pan pada layar viewport yang lainnya.

Gambar 1.15 Panning menggunakan Shift+klik kanan mouse

1.5.2 Zooming

Untuk tingkat ketelitian yang lebih akurat, Anda dapat melakukan

pengamatan objek yang sedang dikerjakan dengan melihatnya

pada jarak yang lebih dekat maupun jauh. Proses ini dinamakan

zooming.

Zooming In & Out

Latihan 3 – Zooming in & out

Ada beberapa cara untuk menjalankan perintah ini, yaitu:

1. Pilih menu View > Zoom > Dynamic, atau tekan tombol

pada toolbar lalu klik mouse dan tahan kemudian gerakkan

mouse.

2. Gunakan scroll putar jika Anda menggunakan perangkat

mouse yang dilengkapi dengan scroll putar.

17

3. Tekan Ctrl+klik kanan mouse dan tahan kemudian gerakkan

mouse.

Gambar 1.16 Zooming Menggunakan CTRL+Klik Kanan Mouse

Zooming Extents

Perintah zoom extents akan membantu Anda untuk dapat melihat

seluruh objek dan akan menampilkannya di layar viewport.

Latihan 4 – Zooming extents

1. Zooming extents pada salah satu viewport.

Pilih menu View > Zoom > Extents atau klik mouse tombol

pada toolbar.

2. Zooming extents pada seluruh viewport.

Pilih menu View > Zoom > Extents All atau klik kanan mouse

tombol pada toolbar.

1.6 Menyimpan File

Simpanlah hasil pekerjaan Anda secara periodik selama bekerja

untuk menghindari beberapa kesalahan program sehingga file

terhapus atau hilang karena komputer tidak dapat bekerja (hang

dan error).

Untuk menyimpan model yang sedang Anda kerjakan, yaitu:

Pilih menu File > Save.

18

Atau, klik salah satu option atau pilihan penyimpanan yang disediakan

oleh Rhino.

Pilihan Deskripsi

Save Menyimpan model yang sedang dikerjakan

dan membiarkan file yang Anda simpan

tetap terbuka.

Save Small Menyimpan model yang sedang Anda kerjakan

tanpa render atau analisis meshes

dan tampilan gambar dengan ukuran minimum.

Incremental Save Menyimpan model berdasarkan versi urutan

kerja dari model yang sedang dikerjakan.

Save As Menyimpan model yang sedang Anda

kerjakan dengan nama file, lokasi, dan

format baru.

Save As Template Menyimpan model yang sedang Anda kerjakan

sebagai file template.

Rhino juga memfasilitasi kebutuhan untuk menyimpan file dengan

format program pemodelan 3D sejenisnya, seperti format

AutoCAD dan 3DS Max. Sehingga untuk kebutuhan tertentu Anda

dapat melakukan proses editing dan finishing model tidak terbatas

harus dilakukan pada program Rhino saja. Sangat fleksibel dan

tentunya akan membantu memudahkan proses ekspor dan impor

file 3D yang sudah Anda kerjakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini

POSTINGAN TERBARU

FILSAFAT SAINS ISLAM (Studi Pemikiran Naquib AL-Attas)

FILSAFAT SAINS ISLAM Studi Pemikiran Naquib AL-Attas   Abstrak : Dewasa ini sains dikuasai oleh orang-orang barat. Hal ini tidak bisa d...